27 September 2009

Tips SUPER

Malam ini baru saja saya menyaksikan tayangan Golden Ways-nya Mario Teguh bersama dengan keluarga. Tema yang dibahas yaitu tentang Stairway to Heaven atau jalan menuju surga. Dari tayangan itu, saya mendapatkan tips-tips SUPERRR! :D

Wanna know? Check this out!

  • Ketika kita mencintai Sang Pencipta, maka kecintaan kita padaNya harus dibuktikan. Dengan menjalankan ibadah wajib, juga dengan memuliakan saudara. Karena Ia berfirman, "Jika engkau mencintaiku, maka muliakanlah saudaramu". Salah satunya dengan cara bersikap baik terhadap mereka, memberikan senyuman, dan menanyakan kabar. Jangan sampai kita hanyut dalam zikir, tapi diluar sana ada keluarga yang tidak terurus. Jadikan kegiatan ibadah dan memuliakan saudara seimbang.

  • Orang yang keras justru memiliki kepribadian dan pendirian yang kuat bila dibentuk. Ibarat pisau, bahan pembuatnya akan lebih kuat baja dibanding tembaga ketika ditempa. Namun, baja yang terlalu keras tidak akan digunakan karena tidak bisa dibentuk. Orang yang memiliki karakter keras ini (contohnya pribadi yang cenderung emosional, suka membangkang), harus membiarkan dirinya dibentuk oleh orang yang kuat agar bisa menjadi pribadi yang mantap. Biasanya orang-orang yang keras seperti ini, ketika dia memegang pendapat yang benar, maka segala bujuk rayu, uang, jabatan, tidak akan menggoyahkannya. Mereka cenderung lebih konsisten. Menurut Mario Teguh, kebanyakan orang-orang sukses, dulunya adalah anak-anak yang nakal, suka membantah, dan tidak menurut. Tapi ketika mereka telah diasah dan melalui berbagai tempaan, mereka menjadi orang-orang yang luar biasa.

  • Dimanapun kita menghadapkan wajah, disitulah Tuhan berada. Karena Tuhan ada dimanapun. Karena itu kita harus bertindak seolah-olah Tuhan ada di hadapan kita. Sehingga kita akan selalu ingat untuk bertindak sesuai dengan hati nurani.

  • Tanda bila kita berada di jalan yang benar, yaitu ketika kita menjalaninya hati kita merasa tenang. Sebaliknya, jika kita berada di jalan yang membutuhkan kebaikan, maka hati kita terus merasa gelisah.

22 September 2009

Seandainya Lebih Jauh, Semuanya, dan Yang Baru

Sebuah ceramah ringan usai sholat Ied 1430 H dua hari yang lalu masih terpatri di ingatan saya. Ceramah tersebut sangat sederhana, hanya mengurai sebuah cerita di jaman Nabi SAW tentang seseorang yang ketika sakaratul maut tidak mengucap kalimat syahadat, tapi orang itu justru berkata "seandainya lebih jauh, semuanya, dan yang baru" sebagai kalimat terakhirnya, lalu meninggal..

Hal ini spontan langsung dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Ketika mendengar cerita ini, Beliau langsung mendapat wahyu dari Allah SWT mengenai cerita di balik kejadian tersebut. Ternyata orang yang mengucapkan kalimat itu, semasa hidupnya pernah menolong orang tuna netra untuk mencapai arah tujuannya. Di akhir hidupnya, Allah memperlihatkan betapa besar pahala atas amalan orang tersebut. Maka ia berucap, "seandainya lebih jauh..". Maksudnya seandainya ia menuntun orang tuna netra itu lebih jauh lagi jaraknya, tentu pahalanya akan jauh lebih besar.

Lalu Allah memperlihatkan lagi pada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tersebut tentang amalnya pada seorang pengemis. Dahulu suatu hari ia pernah berjalan sambil membawa roti. Tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu dengan seorang pengemis. Di hatinya tergerak untuk memberikan roti tersebut. Tapi memang sudah menjadi dasar sifat manusia yang kikir, maka roti itu dibelah jadi dua. Setengah roti itu diberikan pada pengemis. Allah menunjukkan betapa besarnya pahala sepotong roti yang diberikan tersebut. Maka orang tadi berucap, "seandainya semuanya.." yang berarti seandainya ia berikan semua roti tersebut maka pahalanya akan jauh lebih besar lagi.

Selanjutnya, diperlihatkan pula mengenai amal ibadahnya yang lain. Dulu semasa hidupnya ia pernah memberikan sedekah baju-baju bekasnya kepada anak-anak yatim. Lalu ditunjukkan betapa besar pahala orang tersebut atas amalannya memberikan baju-baju bekas. Maka orang tersebut menyesal, maka ia berucap "seandainya yang baru..". Maksudnya seandainya baju-baju baru yang ia berikan, tentu pahalanya lebih besar lagi.

Cerita tersebut memberikan gambaran pada kita bahwa betapa kecilnya sedekah yang kita berikan pada orang lain, asalkan ikhlas maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang begitu besar. Subhanallah.

Bersedekah yuk :)

19 September 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H


Faith makes all things possible
Hope makes all things work
Love makes all things beautiful
May you have all of the three

Minal Aidin wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin

26 August 2009

Pengalaman Pertama Backpacking

Kawah Ijen - Taman Nasional Baluran - Madura - Surabaya menjadi paket perjalanan backpacking saya yang pertama.

Pengalaman pertama ini sangat berkesan, karena baru kali ini saya pergi ke daerah orang selama 5 hari 4 malam, tapi sama sekali tidak tidur di kasur. Persis seperti gembel, tidur dimana saja. Hehe.

Sama sekali tidak ada niatan untuk riya' atau pamer kesenangan, sharing perjalanan ini hanya untuk berbagi pengalaman betapa inginnya saya melihat goresan tanganNya yang begitu indah pada bumi ini. Mengingat selama ini jarang sekali saya mendapat kesempatan untuk bepergian, jika ada kesempatan lagi saya akan mengulang eksplorasi saya terhadap alam. Lagi dan lagi dan lagi hingga akhir hayat.

Saya ingin melihat dunia. Saya ingin hidup untuk menikmati hidup.




Kawah Ijen di pagi hari masih tertutup kabut



Pemandangan Kawah Ijen dari tebing



Air danau yang tinggi kandungan belerangnya



Sempat mencicipi air ini, rasanya sangat asam



Tempat keluarnya asap dan cairan belerang



Memandang dari ketinggian





Padang Savannah Bekol di dalam Taman Nasional Baluran



Jalan menuju pantai melewati Savannah



Pantai Bama, masih di Taman Nasional Baluran



Menjelang Maghrib






Jembatan Suramadu di pagi hari



Gorengan khas Surabaya yang disajikan dengan sambal petis




Pilihan Gaya di Bulan Ramadhan


Pas untuk suasana semi formal hingga santai.



Formal hingga non formal.



Pilihan gaya lainnya, dapat dilihat di Looklet punya Nokichan!